Bapak Didik Asmiarto, dengan nama lengkap Drs. DIDIK ASMIARTO, M.Pd. Si, adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lendah, yang dijabat sejak Januari 2017 (Lihat Laporan Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah, dari Bapak Drs. Marsudi Raharjo, kepada Drs. Didik Asmiarto, M.Pd.Si, yang diposting pada tanggal 9 Januari 2017.

Bapak Didik Asmiarto, dengan nama ayah Bapak Sudjito, dan nama Ibu Rusmilah, adalah kelahiran Yogyakarta, 30 Januari 1965, tempat tinggal di Yogyakarta: Celeban, Jalan Soga 44 RT 035 RW.008 Tahunan Umbulharjo, Yogyakarta; atau di Perum Taman Mutiara Godean D-2 Sidokerto, Godean, Sleman, Prov. D.I. Yogyakarta, menjabat Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lendah Kulon Progo, berdasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi D.I. Yogyakarta, Hamengku Biwono X, dengan No. 371/Pem.D/UP/D.4, tanggal 30 Desember 2016.

Pendidikan S2 dijalani di Program Ma-gister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan, yang diselesaikan dengan Ijazah bertanggal 4 Januari 2012, dengan Titel Kesarjaan S2: M.Pd.Si.

Pendidikan S1 dijalani di Intitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) Fakultas Pendidikan Fisika, yang diselesaikan dengan Ijazah S1 bertanggal 1 Februari 1991.

Pendidikan Jenjang Sekolah Menengah Atas dijalani di SMA Institut Indonesia 1 Gondokusuman, Yogyakarta, yang diselesaikan dengan bukti Ijazah SMA, bertanggal 30 April 1984.

Pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama, dijalani di SMP Negeri Bangunjiwo, dengan Ijazah SMP bertanggal 13 Mei 1981

KELUARGA

Nama Istri beliau adalah Ibu Epi Winarti, kelahiran 14 April 1971. Anak Pertama bernama Devika Asmi Pandanwangi, kelahiran Yogyakarta, 8 Juli 1995, Kuliah di Jurusan Agrobisnis, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Anak Kedua bernama Jovian Kidung Skawanasa, kelahiran Yogyakarta, 2 Oktober 2001, bersekolah di SMP Negeri 5 Yogyakarta.; dan Anak Ketiga bernama: Karisa Penta Holy, kelahiran Yogyakarta, 25 Mei 2011.

Selanjutnya mari kita baca Prestasi Devika Asmi Pandanwa-ngi, Anak Pertama Bapak Didik Asmiarto sebagai  Peme-nang Lomba Kreativitas Ilmiah Remaja. Dia merupakan salah satu dari pelajar Indonesia yang sukses menunjukkan inovasi terbaik, dalam ajang International Exhibition of Young Inventors (IEYI) di Kuala Lumpur, Malaysia, 9″11. Dalam kompetisi antarpelajar dari berbagai negara ter-sebut, Devika Asmi Pandanwangi yang kala itu merupakan siswi SMAN 6 Jogjakarta, berhasil meraih kejuaraan dengan karya yang berjudul Bra Penampung ASI untuk kategori Technology for Special Needs. Latar belakang yang mendorong Devika Asmi Pandanwangi menciptakan alat tersebut adalah: “Saat ngobrol santai, ibu mengeluh karena ASI-nya sering keluar, meski tidak sedang menyusui adik,” itulah cerita anak pasangan Epi Winarti dan Didik Asmiarto itu sepulang dari Malaysia, Minggu (5/5/12).

Selengkapnya, mari kita baca berita-berita yang me-ramaikan blantika dunia karya kreativitas intelektual remaja anak bangsa pada era tahun 2012.

Ide inovasi unik, lucu na-mun berasal dari masalah yang umum tentang perem-puan menyusui datang dari Devika Asmi Pandanwangi, siswi SMAN 6 Yogyakarta. Ia membuat terobosan baru dengan membuat bra sekaligus penampung air susu ibu (ASI). Dengan bra ini, para ibu bekerja tidak akan kesulitan menampung ASI yang kerap merembes tanpa diduga.

“Kalau ibu menyusui, bia-sanya ‘kan asinya me-netes sendiri. Ataupun kalau misalnya bepergian atau wanita karir, atau yang kiri menyusui, yang kanan juga menetes. Ini bisa di-tam-pung, ada cup pada bra-nya,” ungkap Devika.

Devika menguraikan, kom-ponen bra penampung asi terdiri dari bra khusus ibu menyusui, cup berbahan si-likon, selang dan kantung penampung.

Secara teknis, sistem kerja peralatan ini sangat sederhana. Saat ASI keluar dengan sendirinya karena tidak diminum bayinya, ASI yang menetes itu ditampung dalam wadah/cup, selanjutnya dialirkan melalui selang dan masuk dalam kantung plastik penampung yang diselubungi alumunium foil. Eksperimen yang ditemukan Devika itu sudah dipraktikkan sendiri oleh ibunya satu tahun silam.

“Satu tahun lalu, saya punya adik bayi. Saat ibu bekerja kan ASI-nya menetes dan terbuang percuma, saat itulah muncul ide membuat bra ini,” beber perem-puan kelahiran 8 Juli 1995 itu.

Penggunaan alu-munium foil bertu-juan supaya suhu tubuh ibu dan ASI sama dan tetap steril. Kantung plastik dalam set peralatan ini mampu menampung 80 cc ASI yang keluar dengan sendirinya.

Devika mengaku, komponen yang digunakan dalam membuat bra penampung ASI ini dibelinya di toko kebutuhan wanita dengan menghabiskan uang sekira Rp200 ribu. Menurutnya, masih ada beberapa hal yang perlu diubah agar penemuannya ini sesuai dengan yang dia harapkan.

“Setelah dikeluarkan, ASI dapat bertahan tiga hingga empat jam. Sebelum waktu itu habis, ASI harus sudah diminumkan ke bayi,” ujar siswi kelas XI itu.

Alat tersebut dilombakan Devika dalam National Young Inventor Awards (NYIA) ke-5 di Jakarta pada 24-27 September 2012 lalu. Devika pun dinobatkan sebagai juara satu dan memboyong trofi dan uang pembinaan.

Selanjutnya berikut ini dapat Anda saksikan tayangan video yang mempilkan kiprah  anak pertama dari Bapak Didik Asmiarto tersebut, tentunya dapat dijadikan salah satu inspirasi  bagi segenap keluarga besar SMA Negeri 1 Lendah Kulon Progo.

Oleh karena itu, para siswa SMA Negeri 1 Lendah, marilah meneladani Prestasi Tinggi & Karakter Unggul yang sudah diteladankan oleh anak pertama dari Pak Didik Asmiarto, Kepala Sekolah kita.