Kelas Khusus Olahraga (KKO) adalah sebuah kelas di suatu sekolah yang dibentuk secara khusus untuk menampung dan melayani siswa yang mempunyai bakat atau potensi khusus, dalam hal ini adalah potensi bakat istimewa di bidang olahraga (Kemendiknas. 2010. Panduan Pelaksanaan Kelas Olahraga Sekolah Menengah Negeri dan Swasta. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah).

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, cq. Dinas Pendidikan Kabupaten Kulonprogo pada tahun ajaran 2013/2014 membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO), dengan menerbitkan Peraturan Kepala Dinas Kabupaten Kulonprogo, Nomor: 136/KPTS/2013  bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan KONI Kulonprogo menggandeng 11 cabang olahraga: sepak bola, bola basket, panahan, gulat, bola voli, panjat dinding, taekwondo, bulu tangkis, atletik, anggar, dan balap sepeda.

Untuk tingkat SLTA, Kelas Khusus Olahraga  didirikan di SMAN 1 Lendah dan SMAN 1 Pengasih. Mata pelajaran yang diberikan kepada siswa di kelas KKO adalah mata pelajaran umum dan mata pelajaran rumpun bidang olahraga yang sesuai bakat siswa. Dalam Peraturan Kepala Dinas Kabupaten Kulonprogo, Nomor: 136/KPTS/2013 juga dijelaskan bahwa, minimal pelatihan dilakukan secara khusus enam jam pelajaran dengan rata-rata tiga kali pertemuan setiap minggu. Untuk satu semester diperlukan waktu minimal 100 jam.

Dengan demikian Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMAN 1 Lendah sudah berjalan 4 tahun, dan sekarang (tahun ajaran 2017/2018) sudah memasuki tahun kelima. Hal ini sejalan dengan semakin tingginya kebutuhan pendidikan bagi anak yang memiliki bakat dan minat di bidang olahraga.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan adanya kelas KKO adalah:

  1. Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga
  2. Meningkatkan mutu akademis dan prestasi olahraga
  3. Meningkatkan kemampuan berkompetisi secara sportif
  4. Meningkatkan kemampuan sekolah dalam pembinaan dan pengembangan kegiatan olahraga
  5. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani siswa
  6. Peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari pembangunan karakter

Dalam bidang akademik, siswa KKO dan regular adalah sama, termasuk materi pelajaran yang disajikan dan diujikan hingga UN dan SMNPTN. Hal yang membedakan hanyalah pada adanya pembinaan khusus siswa KKO sesuai bakat dan minatnya dalam bidang olahraga. Selain itu, ada kekhususan izin bagi siswa KKO untuk tidak masuk jam pelajaran, bahkan mungkin selama satu minggu lebih, ketika mengikuti turnamen ataupun perlombaan.

Penilaian KKO juga menggunakan tes sumatif, yakni tes yang dilakukan setelah berakhirnya pemberian program. Setiap 6 bulan sekali pelatih diberi form penilaian oleh sekolah. Pelatih diminta untuk menguji dan memberi nilai siswa berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh pelatih. Kriteria dijadikan penentu dalam pengambilan keputusan tingkat keberhasilan yang dicapai siswa. Kriteria tersebut meliputi presensi dan perkembangan siswa dalam pelatihan teknik dan fisik. Nilai siswa KKO dicantumkan pada lembar tersendiri di belakang nilai akademik dan jadi satu dengan rapor.

Berikut ini sebagian dari foto-foto aktivitas para siswa kelas KKO.